Malware Joker di Google Play Store diunduh Setengah Juta Kali

virus-joker-android

Terakhir diperbarui 22 Januari, 2020, 10:36 am

Sementara Google telah mencoba menjalankan pengawasan yang ketat di Play Store-nya, aplikasi jahat malware masih berhasil menemukan jalan mereka ke toko Android.

Ancaman terbaru ini dinamai ‘the Joker’, dan telah ditemukan di total 24 aplikasi Android yang hingga saat ini, dapat diunduh dari Google Play Store. Virus alias malware jenis trojan ini ditemukan peneiliti keamanan CSIS Group di puluhan aplikasi Android di toko resmi Google Play Store.

“Sejauh ini kami menemukan keberadaan Joker di 24 aplikasi yang secara keseluruhan telah terpasang lebih dari 427.000 kali,” kata peneliti virus dari CSIS Group, Akesejs Kuprins, dalam sebuah posting di Medium.

TERKAIT:
Audio iPhone XS Max Lebih Baik Ketimbang iPhone 11 Pro Max

Sebelum Google berhasil menghapus aplikasi, mereka diunduh dan diinstal lebih dari 472.000 kali, meskipun tidak jelas berapa banyak orang yang tetap dalam risiko. Di bawah ini adalah daftar aplikasi yang terkena dampak yang harus kalian hapus segera jika kalian sedang menggunakannya.

  • Advocate Wallpaper
  • Age Face
  • Altar Message
  • Antivirus Security – Security Scan
  • Beach Camera
  • Board picture editing
  • Certain Wallpaper
  • Climate SMS
  • Collate Face Scanner
  • Cute Camera
  • Dazzle Wallpaper
  • Declare Message
  • Display Camera
  • Great VPN
  • Humour Camera
  • Ignite Clean
  • Leaf Face Scanner
  • Mini Camera
  • Print Plant scan
  • Rapid Face Scanner
  • Reward Clean
  • Ruddy SMS
  • Soby Camera 
  • Spark Wallpaper
TERKAIT:
Preview Google Pixel 4: Semua yang Diketahui Sejauh Ini

24 aplikasi yang terdaftar hanyalah yang telah ditemukan sejauh ini, sehingga lebih banyak yang dapat dikompromikan. Namun, Kuprins mencatat bahwa “Google telah menghapus semua aplikasi ini tanpa catatan dari kami”, jadi tidak mungkin aplikasi yang berisi trojan akan bertahan lama di bawah pengawasan raksasa teknologi.

Joker adalah tipe malware yang bisa mencuri uang dengan cara berlangganan premium tanpa sepengetahuan korbannya. Virus ini dimaksudkan untuk mengeluarkan uang dari korbannya melalui layanan berlangganan premium, mensimulasikan proses yang akan dialami pengguna untuk mendaftar.

Secara khusus, komponen latar belakang aplikasi ini secara diam-diam ‘mengklik’ iklan dalam aplikasi dan melakukan hal yang sama untuk proses pendaftaran ketika berada di situs. Kemudian mengakses pesan SMS korban, menyalin kode otorisasi yang telah mereka kirim untuk memverifikasi pembayaran berlangganan.

Jika kalian pernah menginstal salah satu aplikasi yang disebutkan di atas, ada baiknya memeriksa riwayat transaksi kalian setelah mencopotnya, mengawasi setiap aktivitas akun yang mencurigakan seperti pembayaran berlangganan yang tidak dikenal.

guest
0 Komentar
Tanggapan Inline
Lihat semua komentar